Pramuka sekarang ini


Dengan anggota sekitar 17 juta orang, Gerakan Pramuka Indonesia adalah yang terbesar di Dunia. Ini terjadi karena keanggotaan Gerakan Pramuka di Indonesia berbasis sekolah. Tapi, (selalu ada ‘tapi’ nya :-)) ‘prestasi’ ini terasa percuma  kalo kita lihat sekarang ini. Gerakan Pramuka sudah nggak ‘in’ lagi untuk generasi muda kita, hal itu saya ketahui dari survey tidak resmi (tentunya juga nggak pake metode). Mereka bilang Pramuka sudah ‘tidak asyik lagi’ dan kegiatannya membosankan. Itu didaerah saya lho semoga ditempat lain tidak (mudah – mudahan).

Hal yang rasakan beberapa tahun belakangan ini, sudah tidak ada lagi kegiatan yang tertata secara rapi. Perkemahan hanya setahun sekali menjelang HUT Pramuka saja. Mana mungkin kita berharap generasi muda Pramuka sekarang punya mental yang bagus, padahal sesuai AD (Anggaran Dasar) Gerakan Pramuka bahwa Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia dengan tujuan agar mereka menjadi:

  1. Manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang :
    • beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, tinggi moral ;
    • tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya;
    • kuat dan sehat jasmaninya.
    • berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. Serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta
  3. Bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki Kepedulian terhadap sesama hidup
  4. Dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional.

Alangkah tidak mungkinnya, tugas yang ‘semulia’ itu dilaksanakan dengan mengadakan Perkemahan setahun sekali !

Sistem kepengurusan yang lama sudah tidak efektif lagi (karena system atau SDM nya:-/), sebagai contoh :  Kwartir ranting (struktur kepengurusan Gerakan Pramuka tingkat kecamatan) di kecamatan tempat saya tinggal sudah hampir ‘kedaluwarsa’ (lewat masa jabatan). Kepengurusan yang sebelumnya malah lebih parah lagi, hampir 5 (lima) tahun tidak diganti !!!.

Memang sudah seharusnya Gerakan Pramuka memperbaharui sistem mereka, Struktur Organisasi, serta sistem pendidikan mereka. Sosialisasi serta kaderisasi juga mutlak diperlukan, sebagai contoh : Waktu saya masih duduk di tingkat SLTP (masih imut :-)), Pembina Pramuka yang sudah berkualifikasi KML (Kursus Mahir Lanjutan) di Gugus Depan kami ada 3 (tiga) orang, sekarang (± 12 tahun kemudian) masih tetap 3 (tiga) orang !!! Dan alangkah sayangnya, jika sebuah organisasi yang sudah berdiri selama  97 tahun harus kehilangan pamornya (dan anggotanya)😦

Bagikan Tulisan ini ke :

Add to FaceBookAdd to Google BookmarkAdd to MySpaceAdd to StumbleUponAdd to TechnoratiAdd to Twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s