Buka Warnet dengan USB Modem dan Squid Proxy Server


courtesy of http://identitysec.com

Sebuah judul yang agak nggak masuk akal memang🙂. Tapi, itu benar adanya. Didaerah saya yang kontur geografisnya berbukit – bukit, sangat sulit diharapkan jika koneksi internet dengan kabel (wired connection) bisa masuk dengan mudah. Sebetulnya ada cara yang lain, seperti yang sudah ditempuh oleh pemerintah melalui Kemenkominfo yaitu program PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) yang menggunakan Vsat sebagai media koneksi datanya. Tapi, yang jadi masalah buat saya adalah harga Vsat yang lumayan mahal, dan biaya langganan satelitnya yang juga “wah” mahalnya🙂.

Titi kolo mongso (pada suatu ketika, kata Mbah Jiwo :-)) saya membaca sebuah thread di Forum yang membahas tentang penggunaan proxy server dengan menggunakan Squid sebagai aplikasinya saya tertarik untuk mencobanya, karena seperti yang dijelaskan di forum itu salah satu fungsi proxy server adalah menghemat bandwidth dengan cara menyimpan konten statik pada website yang pernah kita kunjungi di hardisk kita, sehingga saat kita mengunjungi website yang sama web browser hanya akan mendownload beberapa konten dinamik yang tidak tersimpan dihardisk kita

Singkat kata, saya pun menginstallnya di komputer berbasis Windows 7. Setelah digunakan sekitar 2 – 6 Minggu, timbul masalah baru ternyata hasil simpanan konten website (cache) yang tersimpan di hardisk mencapai hampir 1.5 Gigaytes !!!. Ini mengakibatkan browser menjadi lag (macet -macet) saat dipakai untuk browsing, hal itu disebabkan karena sistem manajemen file pada Windows yang mengharuskan proses Defragmentasi rutin dan terjadwal, terutama jika arus kelaur-masuk file yang tersimpan dihardisk lumayan besar (seperti hasil caching proxy tadi).

courtesy of http://digitizor.com

Saya tertarik untuk mencobanya di Ubuntu Linux, karena kelebihan manajemen filenya yang tidak perlu proses Defragmentasi lagi jika menerima file berukuran besar. Ternyata, memang pada awalnya Squid dibuat dengan lisensi Open Source yang memang sejodoh dengan Ubuntu Linux (Juga berlisensi Open Source). Untuk diketahui, saya menggunakan Ubuntu Lucid Lynx 10.04 LTS, yang dengan segera saya coba install dengan Squid Proxy Server. Alhamdulillah hasilnya lumayan memuaskan, dan setelah saya sharing koneksi internetnya dengan Windows 7 (saya punya dua komputer dengan dua sistem operasi yang berbeda, Ubuntu 10.04 LTS dan Windows 7) hasilnya juga lumayan.

Setelah melalui proses berfikir yang panjang, dan karena kebutuhan dapur juga semakin meningkat🙂, akhirnya saya memutuskan untuk membuka warnet. Dengan bermodalkan 2 unit komputer yang pertama berbasis Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx) sebagai Proxy Server dan gateway internetnya, yang kedua ber OS

courtesy of http://2.bp.blogspot.com

Windows 7 sebagai client. Sebuah USB Modem ZTE MF622 dengan kartu Prabayar 3 (Quota 5 Gigabytes) saya gunakan sebagai koneksi Internetnya. Saya juga melengkapi setiap komputer dengan BiOS Billing System untuk melengkapi komputer – komputer tadi agar ‘lebih mirip’ komputer Warnet🙂, dan tidak lupa juga Squid Proxy Server sebagai ‘senjata andalan’ penghemat bandwidth. Alhamdulillah semuanya lancar sampai sekarang, mungkin hanya persoalan koneksi putus ditengah jalan (kendala jaringan) yang memang tidak bisa saya atasi lagi🙂. Mungkin ini dulu yang bisa saya ceritakan, lain kali akan saya ceritakan proses instalasinya. Sekian semoga bermanfaat.

Bagikan Tulisan ini Ke :
Add to FaceBookAdd to Google BookmarkAdd to MySpaceAdd to TechnoratiAdd to Twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s